Cara Mengetahui Komorbid Pada Penderita Covid-19

Cara mengetahui komorbid pada penderita COVID-19 bagaimana? Komorbid mungkin tak asing kalian dengar selama pandemi COVID-19 ini. Penyakit komorbid secara sederhana bisa disimpulkan yaitu sebagai penyakit bawaan yang dialami oleh pasien. Istilah tersebut sangat populer sekarang ini,karena seseorang yang mempunya komorbid akan berisiko mengalami kondisi yang buruk saat terkena virus Corona.

Penyakit Komorbid COVID-19

Cara mengetahui komorbid pada pasien COVID-19 sangatlah penting dilakukan. Penyakit komorbid suatu penyakit yang muncul secara bersamaan saat sedang sakit. Penyakit komorbid cenderung akan meningkatkan risiko masalah kesehatan pasien ketika terinfeksi penyakit tertentu, misalnya terinfeksi virus COVID-19, maka resikonya akan semakin parah bagi penderita penyakit tersebut.

Apabila seseorang mempunyai penyakit komorbid, terutama bagi pasien yang terkena virus corona akan mempunyai resiko kematian yang tinggi. Misalnya pasien yang terkena virus corona mempunyai masalah jantung maka gejala yang dialaminya akan semakin parah. Pasalnya, virus corona akan membuat darah menjadi kental sehingga akan berbahaya bagi kesehatan jantung bahkan akan memicu kematian.

Semakin banyak penyakit komorbid yang dialami oleh pasien COVID-19 akan beresiko meningkatnya kematian yang besar. Dengan mempunyai penyakit komorbid satu saja kematian akan berisiko 6,5 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak punya riwayat komorbid. Sedangkan apabila seseorang mempunyai penyakit komorbid dua, risiko kematian akan naik menjadi 15 kali lipat. Semakin banyak penyakit komorbid yang diderita makan risiko kematiannya akan semakin naik hingga 29 kali lipat jauh lebih tinggi.

Efek Komorbid Terhadap Penderita Covid-19

Cara mengetahui komorbid pada penderita COVID-19, dan efek komorbid terhadap pasien yang terkena virus corona. Bahwa orang yang mempunyai penyakit komorbid terkena virus Corona makan akan meningkatkan perkembangan infeksi menjadi semakin parah, sehingga akan menyebabkan kematian. Menurut para peneliti apabila mempunyai komorbid kemungkinan akan terjangkit infeksi virus Corona.

Apabila pasien mempunyai riwayat penyakit hipertensi, obesitas, serta penyakit paru-paru akan memiliki prognosis yang buruk dan sering berakhir dengan hasil yang parah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memberikan beberapa daftar kondisi komorbid. Mungkin akan semakin berisiko parah apabila pasien Covid-19 menderita penyakit asma, fibrosis kistik, hipertensi, demensia, atau diabetes tipe satu.

Cara mengetahui komorbid terutama bagi para penderita Covid 19 perlu diperhatikan, karena akan berisiko parah yang berujung kematian. Komorbid merupakan masalah kesehatan yang serius yang meningkatkan menjalani rawat inap dan tentunya risiko kematian yang akan mempengaruhi jumlah penduduk. Ketiak seseorang mengalami komorbid, kondisi tubuh mereka akan terganggu kemungkinan akan membutuhkan perawatan yang intensif. Komorbid bisa dikaitkan dengan kesehatan yang buruk, serta peningkatan perawatan yang kesehatan.

Cara Mengontrol Komorbid

Cara mengetahui komorbid dan mengontrol komorbid harus kalian perhatikan. Mengontrol komorbid yang pertama kali harus sering memeriksa tekanan darah untuk mengetahui apakah kalian terkena penyakit hipertensi. Selain itu kalian dapat mengontrol komorbid dengan cara mengukur lingkar pinggang untuk mengetahui apakah mengidap obesitas atau tidak. Cara yang selanjutnya kalian dapat medical check up, pemeriksaan EKG, dan pemeriksaan LDL yang dapat dilakukan setiap tahun agar mengetahui perkembangan faktor metabolik tubuh kalian.

Cara mengetahui komorbid harus kalian maksimalkan agar terhindar dari penyakit. Semakin klaim rutin periksa ke dokter akan membuat kalian terhindar dari penyakit-penyakit komorbid ayang anak memerang tubuh kalian, sehingga akan menimbulkan banyak risiko. Kunjungi website Habbacov untuk informasi tentang penyakit komorbid pada pasien COVID-19. Semoga bermanfaat untuk kalian dan jangan lupa menerapkan hidup sehat agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *